4 Gadis Saudara Kembar Ini Selesaikan Hafalan Qur’an Bersamaan

 4 Gadis Saudara Kembar Ini Selesaikan Hafalan Qur’an Bersamaan

4 Gadis Saudara Kembar Ini Selesaikan Hafalan Qur’an Bersamaan

HIDAYATUNA.COM, al-Quds – Sungguh sangat mengagumkan, 4 gadis atau remaja putri saudara kembar asal al-Quds, Yerussalem secara bersamaan menyelesaikan hafalan al-Qur’an 30 juz.

Keempat remaja putri saudara kembar ini adalah Dina, Dima, Susan dan Razan. Keempat-empatnya melakukan selebrasi dengan bersua foto bersama setelah selesai menghatamkan al-Qur’an 30 juz secara bersamaan.

Hal ini sebagaimana diunggah oleh warga al-Quds, Gurbt Watan melalui akun Twitter pribadinya sebagaimana dikutip Hidayatuna.com, Senin, 27 Juli 2020.

“Kembar empat, Dina, Dima, Susan dan Razan dari #القدس di sebuah #فلسطين Penghuninya adalah menghafal Al-Qur’an. Mashae Allah tabarak Allah,” tulisnya melalui akun @Gurbtwatan.

Postingan itu kemudian mendapat tanggapan dari pengamat internasional Hasmi Bakhtiar melalui akun Twitter pribadinya @hasmi_bakhtiar. Ia merasa kagum dan memuji capaian yang diraih 4 remaja putri saudara kembar tersebut.

“4 saudara kembar dari AlQuds ini menyelesaikan hafalan Quran 30 juz. Memang luar biasa para ibu Palestine, selain terbiasa melahirkan para mujahid mereka juga melahirkan generasi cerdas. Mabruuk,” tulis @hasmi_bakhtiar.

Sebagai informasi, dilansir dari Wikipedia, Al-Quds atau Yerussalem merupakan salah satu kota tertua di dunia, terletak di sebuah dataran tinggi di Pegunungan Yudea antara Laut Tengah dan Laut Mati. Kota ini dianggap suci dalam tiga agama Abrahamik utama—Yudaisme, Kekristenan, dan Islam.

Sepanjang sejarahnya yang panjang, Al-Quds pernah dihancurkan setidaknya dua kali, dikepung 23 kali, diserang 52 kali, dan direbut serta direbut-kembali 44 kali. Bagian tertua kota ini menjadi tempat permukiman pada milenium ke-4 SM.

Pada tahun 1538 dibangun tembok di sekitar Yerusalem dalam pemerintahan Suleiman Al-Qanuni. Saat ini tembok tersebut mengelilingi Kota Lama, yang mana secara tradisi terbagi menjadi empat bagian—sejak awal abad ke-19 dikenal sebagai Kawasan Armenia, Kristen, Yahudi, dan Muslim.

Kota Lama menjadi sebuah Situs Warisan Dunia pada tahun 1981, dan termasuk dalam Daftar Situs Warisan Dunia yang dalam Bahaya. Yerusalem modern telah berkembang jauh melampaui batas-batas Kota Lama. (AS/Hidayatuna)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply