3 Bid’ah yang Dibolehkan, Meski Rasulullah Tak Mengajarkan

 3 Bid’ah yang Dibolehkan, Meski Rasulullah Tak Mengajarkan

Gus Baha jelaskan ibadah yang pahalanya setara Lailatul Qadar (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ada 3 (tiga) bid’ah yang disetujui oleh Rasulullah SAW. Lalu bid’ah apa saja yang diperbolehkan oleh Rasulullah sebagaimana diungkapkan ulama ahli tafsir, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) itu?

Kiai muda asal Rembang ini menjelaskan, yakni soal i’tidal. Suatu hari saat salat berjamaah ada salah seorang yang melafalkan i’tidal yang berbeda dengan yang sudah diajarkan oleh Rasulullah.

“Rabbana lakal hamdu hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi,” kata Gus Baha saat hadiri peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar PBNU, dikutip Senin (25/04/2022).

Usai salat, Rasulullah langsung mengajukan pertanyaan mengenai siapa yang membaca lafal berbeda saat i’tidal. Namun, semua sahabat terdiam, khawatir ditegur atas perbedaan itu.

“Saya melihat 12 malaikat dan berebut ingin mencatat (kebaikan tersebut),” kata Rasulullah.

Kemudian selang beberapa waktu, seseorang mengaku dialah yang mengucapkan kalimat itu.

Dari kisah tersebut, menurut Gus Baha, hal itu menjadi penanda penting bahwa tidak semua yang tidak diajarkan Rasulullah saw itu buruk. Hal tersebut menjadi bukti, bahkan disetujui oleh Rasulullah saw.

Surah Favorit Imam Salat Meski Tak Diajarkan Nabi

Kisah dari sahabat lain di sebuah pelosok perkampungan yang setiap mengimami salat selalu membaca surah Al-Ikhlas. Para makmumnya pun mengadukan peristiwa itu kepada Rasulullah saw.

Sebagai seorang bijak, Rasulullah bertanya kepada imam tersebut, perihal pengaduan masyarakat. Sang imam membenarkan. Beliau bertanya kembali mengenai alasannya.

“Ayat-ayat dalam Surah Al-Ikhlas itu berisi sifat-sifat Allah. Maka saya suka,” begitu terang Gus Baha menceritakan jawaban Sang Imam.

Saat itu, malaikat Jibril datang dan menyampaikan kepada Rasulullah, bahwa Allah SWT. suka pada orang tersebut karena kesukaannya pada surah Al-Ikhlas.

“Ini tidak ada sabqut ta’lim (pengajaran sebelumnya oleh Nabi),” kata Gus Baha.

Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa Nabi menyetujui tindakan yang dilakukan sahabatnya itu walaupun Nabi tidak mengajarkan sebelumnya.

Beda dengan keduanya, Nabi Muhammad saw ketika di surga telah mendengar suara derap sandal. Nabi bertanya mengenai pemilik sandal itu. Dijawab, Bilal.

Suatu ketika, Nabi Muhammad saw bertemu Bilal. Ia langsung bertanya kepada Bilal mengenai amal apa yang dilakukannya.

“Saya tidak pernah berwudhu kecuali setelahnya salat dua rakaat,” kata Bilal sebagaimana diceritakan Gus Baha.

Akhirnya, dua rakaat wudhu menjadi satu syariat yang disunnahkan. Padahal, sebelumnya, Nabi Muhammad saw tidak pernah mengajarkannya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

1 Comment

  • Alhamdulillah, artikelnya bermanfaat sekali

Leave a Reply