2 Muslimah Berjilbab Prancis Dipukuli, Kini Tuntut Polisi

 2 Muslimah Berjilbab Prancis Dipukuli, Kini Tuntut Polisi

Muslimah berhijab di Prancis tuntut polisis setelah dipukuli petugas (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Prancis – Dua wanita muslimah berjilbab yang dipukuli polisi Prancis akan mengadukan ke petugas. Nabil Boudi mengatakan kliennya yang menjadi sasaran kekerasan polisi, masih belum bisa melupakan keterkejutan atas insiden tersebut. Tetapi mereka bertekad untuk melihat keadilan ditegakkan.

Pengaduan akan diajukan langsung ke Inspektorat Jenderal Polri (IGPN) atas kekerasan yang disengaja oleh pejabat publik.

Rekaman video penyerangan itu menunjukkan polisi telah memukuli dua wanita berjilbab. Pemukulan terjadi selama beberapa menit di tengah jalan Kamis lalu di Jembatan Clichy, meninju salah satu dari mereka, dan mencoba melemparkan yang lain ke tanah.

Dalam rekaman video lain yang diambil oleh seorang wanita yang lewat, polisi terus menyerang para wanita. Meskipun ada peringatan dari orang-orang di tempat kejadian, mengklaim bahwa mereka memiliki wewenang untuk memukuli mereka.

Setelah rekaman video itu menjadi viral, banyak pengguna di media sosial berkomentar bahwa polisi Prancis itu Islamofobia.

Departemen Kepolisian Paris, dalam sebuah pernyataan, mengklaim bahwa kedua wanita itu mencegah mobil polisi. Saat itu, menurut pengakuan pihak Kepolisian Paris, mereka hendak menghentikan kendaraan yang mencurigakan dengan menyeberang jalan.

Berdasarkan laporan saksi, dinyatakan, kejadian di lapangan bertentangan dengan pernyataan polisi Prancis. Polisi telah memukuli dua wanita muda yang menggunakan hak lintas mereka karena alasan Islamofobia.

Saksi mata juga mengatakan bahwa pernyataan itu “dibuat” untuk melindungi polisi.

 

 

 

Sumber: Monitor Timur Tengah/IQNA

Redaksi

Terkait

Leave a Reply