14 Tahun Restorasi, Mesir Buka Kembali Piramida Tertuanya

 14 Tahun Restorasi, Mesir Buka Kembali Piramida Tertuanya

Selama 14 tahun dilakukan proses restorasi, kini Mesir buka kembali situs bersejarah yakni Piramida tertuanya.

HIDAYATUNA.COM – Mesir telah membuka kembali Piramida Djoser, sebuah piramida pertama dan tertua yang pernah dibangun, setelah melalui proses restorasi selama 14 tahun dan menelan biaya hampir $6,6 juta. Hal itu mulai diberlakukan pada hari Kamis (5/3/2020).

Piramida Djoser, sebagai salah satu Situs Warisan Dunia yang diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), dibangun pada 4.700 tahun yang lalu selama era Firaun Djoser, salah satu raja dari Dinasti Ketiga Mesir kuno.

Setelah piramida ini mengalami pengabaian selama beberapa dekade dan memiliki risiko untuk runtuh, pada tahun 2006 pemerintah Mesir akhirnya memulai proyek ambisius untuk merestorasi struktur tersebut, yang juga dikenal sebagai Step Pyramid.

“Kami telah menyelesaikan proses restorasi dari piramida pertama dan tertua di Mesir, yaitu (piramida) Raja Djoser, pendiri dari ‘Kerajaan Lama (Mesir)’,” kata Menteri Kepurbakalaan dan Pariwisata Khaled El-Enany pada hari Kamis di situs tersebut.

“Ini adalah bangunan pertama di dunia yang seluruhnya terbuat dari batu,” tambahnya.

Struktur ini dirancang oleh Imhotep, yang sebagaimana digambarkan oleh beberapa orang sebagai arsitek pertama di dunia.

“Kami terkagum-kagum dengan bagaimana dia (Imhotep) bisa membuat struktur ini, yang tetap berdiri selama 4.700 tahun,” kata El-Enany.

Proses restorasi dari piramida ini sempat terhenti pada tahun 2011, setelah pemberontakan rakyat Mesir yang menggulingkan presidennya pada saat itu, Hosni Mubarak, tetapi akhirnya dilanjutkan kembali pada akhir tahun 2013.

Piramida Djoser, konstruksi batu berskala besar pertama dalam sejarah, dan juga kompleks penguburan berbentuk piramida terbesar, terletak di situs arkeologi Saqqara, di sebelah barat Kairo (ibukota Mesir).

Piramida setinggi 60 meter ini terdiri dari enam tingkat undakan yang ditumpuk di atas terowongan pemakaman dengan kedalaman 28 meter dan lebar tujuh meter.

Pembukaan kembali Piramida Djoser pada hari Kamis kemarin dihadiri oleh Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouli serta beberapa duta besar asing.

“Kami sedang bekerja keras untuk membangun Mesir yang baru, dan restorasi dari warisan budaya (Mesir) adalah prioritas utama kami,” kata Madbouli.

Proyek ini adalah upaya untuk mencegah runtuhnya Piramida Djoser, dan sekaligus merestorasi bagian eksternal dan internal, termasuk jalur menuju piramida dan koridor internalnya yang mengarah ke ruang pemakaman.

Para ahli juga telah memulihkan sarkofagus dari Raja Djoser, dan juga dinding-dinding terowongan pemakaman yang berada di dalam piramida.

Perlu diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, Mesir telah menggembar-gemborkan berbagai temuan arkeologis terbaru di negaranya, dengan harapan hal itu akan meningkatkan sektor vital pariwisatanya, yang telah mengalami banyak guncangan semenjak tragedi pemberontakan pada tahun 2011.

Pada tahun lalu, pihak otoritas Mesir telah membuka situs pemakaman kuno berusia 4.500 tahun yang terletak di dekat piramida Giza, yang di dalamnya terisi penuh dengan peti mati kayu berwarna-warni dan juga patung batu kapur. (Aljazeera.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply