Kemenag Bertemu Muassasah Bahas Biaya Layanan Haji Khusus, Ini Hasilnya

Tim Okezone, Jurnalis ยท Jum'at 13 Mei 2022 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 614 2593594 kemenag-bertemu-muassasah-bahas-biaya-layanan-haji-khusus-ini-hasilnya-DF3N1hEtpl.jpg Ilustrasi haji khusus. (Foto: Shutterstock)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menggelar pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara untuk membahas biaya sejumlah paket layanan haji khusus pada penyelenggaraan haji tahun ini yang masih suasana pandemi covid-19. Paket yang dibahas termasuk layanan di Masyair, baik Arafah, Muzdalifah, maupun Mina (Armuzna).

Hal tersebut berkenaan dengan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Khusus yang belum dimulai. Kemenag pun masih menyusun pedoman pelunasannya untuk bisa segera diterbitkan.

Baca juga: Masya Allah! Suami Istri Ini Daftar Haji Pakai Uang Receh Hasil Jualan Siomai 

"Penyelenggaraan ibadah haji sudah sangat dekat waktunya. Kami perlu mempersiapkan segala hal dalam penyelenggaraan ibadah haii tahun ini, khususnya ibadah haji khusus yang dilaksanakan oleh PIHK," ungkap Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Nur Arifin saat bertemu Wakil Ketua Dewan Direksi Muassasah Asia Tenggara Abdurrahman Abdullah Ashour, di Makkah, Arab Saudi, Kamis 12 Mei 2022.

"Pemerintah Indonesia dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) berharap muassasah tidak menaikkan harga layanan Masyair yang akan berdampak memberatkan jamaah haji Indonesia," harapnya, seperti dikutip dari Kemenag.go.id, Jumat (13/5/2022).

Menanggapi hal itu, Abdurrahman Abdullah Ashour menyatakan kenaikan biaya layanan Masyair tidak dapat dihindari. Kenaikan biaya sebagai akibat dari kenaikan beberapa komponen, termasuk pajak.

Baca juga: Kabar Baik! Jamaah Haji yang Sudah Vaksin Booster Dapat Layanan Fast Track 

"Muassasah sebenarnya tidak berkeinginan menaikkan harga layanan Masyair, tetapi karena saat ini ada kenaikan pajak dari 5 persen menjadi 15 persen, hal tersebut sulit untuk dihindarkan. Selain itu, di Arab Saudi juga terdapat kenaikan barang kebutuhan pokok dan upah tenaga kerja," terang Abdullah di hadapan perwakilan Kemenag.

"Namun begitu kami tetap mengupayakan agar kenaikan biaya dilakukan secara wajar dan diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada jamaah haji. Kami tetap memberikan prioritas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji Indonesia. Mohon bersabar dalam 2โ€“3 hari ke depan harga resmi dari Kementerian Haji dan Umrah akan diumumkan," jelas Abdurrahman.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Pertemuan tersebut juga membahas maktab yang akan digunakan oleh jamaah haji khusus asal Indonesia. Abdurrahman menjelaskan bahwa akan ada empat maktab yang disiapkan untuk jamaah haji khusus. Selain itu disiapkan satu maktab tambahan untuk jemaah haji mujammalah Indonesia.

"Maktab yang kami sediakan khusus untuk jamaah haji khusus asal Indonesia. Jamaah tidak akan bercampur dengan jamaah asal negara lain," tegas Abdurrahman.

Baca juga: Fakta-Fakta Suami Istri Penjual Siomai Daftar Haji Pakai Uang Receh, Nomor 7 Bikin Terharu 

Ia juga menekankan bahwa kenaikan biaya Masyair akan diikuti dengan peningkatan fasilitas bagi jamaah haji khusus. "Semua bentuk fasilitas haji khusus Indonesia akan muncul di e-hajj," terangnya.

Pada akhir pertemuan, Nur Arifin kembali menyampaikan harapan agar kenaikan biaya Masyair oleh Muassasah Asia Tenggara dilakukan secara wajar. Ia juga meminta muassasah konsisten dalam meningkatkan kaulitas layanan dan fasilitas bagi jamaah haji khusus Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini